Tampilkan postingan dengan label sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepakbola. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Maret 2011

pemain berharap menejemen terbuka


                  Wacana duduk satu meja antara pemain dan pelatih dengan jajaran manajemen plus Aremania ternyata sangat dinantikan banyak pihak. Selain Aremania yang menuntut krisis berkepanjangan itu segera diselesaikan, para pemain ternyata juga menunggu langkah nyata dari para pejabat klub.
Sebagaimana diutarakan oleh para pilar Singo Edan sebelumnya, kini mereka menunggu manajemen untuk segera bisa diajak face to face dan bicara solusi terkait kejelasan nasib mereka. Sebuah sikap yang muncul akibat krisis manajerial yang terus mereka rasakan.
“Sudah seharusnya manajemen mau duduk bersama dan memberikan kejelasan soal bagaimana krisis ini bisa diakhiri. Kalau mereka merasa bekerja dengan baik kan tidak ada hal yang harus ditakuti. Apa sih yang harus ditakutkan jika selama ini mereka memang benar-benar bekerja dengan sungguh-sungguh,” ungkap salah satu bintang Arema kepada ONGISNADE (12/3) malam.
Pemain yang banyak diidolai oleh Aremania tersebut lantas menyarankan, jika pada pembicaraan nantinya, seharusnya melibatkan suporter dan pers. Hal ini, menurut pemain agar publik benar-benar tahu apa saja permasalahan yang ada dan pemain lah yang bagaimanapun telah menjadi ‘korban’.
“Dalam meeting nanti, selain pemain, juga harus ada Aremania dan pers. Ini penting, agar publik tahu keadaannya seperti apa. Biar fair lah, kalau memang manajemen merasa melakukan yang terbaik ya buat apa harus khawatir?”
                 “Jangan sampai manajemen malah sibuk menjaga imej. Sibuk membentuk opini, seakan-akan kami (pemain) lah yang tidak memegang komitmen dan menyebut kami tidak profesional. Lebih baik sih mereka berkaca dulu, apakah mereka sudah benar-benar bekerja profesional? Jangan berkaca, kemudian tahu buruk rupa, kacanya malah dibelah,” imbuhnya serius.
Menutup bincang-bincangnya dengan ONGISNADE, pemain yang demi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) tidak bisa disebutkan identitasnya ini pun mengakui bahwa pemain hanya ingin kejelasan, setelah melakoni semua yang telah menjadi kewajiban mereka. “Kami mau kepastian dan kejelasan. Sebisa mungkin kami sudah melakukan semua yang jadi tanggung jawab kami.”
Seperti telah diberitakan sebelumnya, pihak manajemen mengaku akan menyelesaikan permasalahan gaji pemain secepatnya. Sayangnya, sampai berita ini ditulis, manajemen Singo Edan masih belum memberi kepastian soal penyelesaian gaji pemain yang telah tertunda selama beberapa bulan tersebut. (onn/inb/ale)

Rabu, 19 Januari 2011

AREMA VS PRESIBA

 Mencetak gol pada menit -menit awal pertandingan menjadi sebuah trend mark Arema Indonesia saat meladeni tamunya Persiba Balikpapan, di Stadion Kanjuruhan kepanjen Malang, Rabu (19/1).

Pada babak pertama, sebelum turun minum Arema memperoleh keunggulan 1-0 pada menit ke 4. Demikian pula pada babak pertama, baru berselang 13 menit sejak wasit Armando Pribadi memipin jalannya pertandingan, Arema kembali unggul cepat lewat gol yang dilesakkan M. Ridhuan.

Gol itu berawal ketika Arema mnedapatkan tendangan bebas di sisi kiri pertahanan Beruang Madu. Roman yang mengambil tendangan bebas kali ini mengarahkan bola ke M. Ridhuan yang berdiri tanpa kawalan, dengan mudah pemain  asing asal SIngapura itu melesakkan bola setengah voley membobol gawang Galih untuk kedua kalinya.

Pasca gol kedua tersebut, pemain Singo Edan seolah semakin lapar untuk kembali mencetak gol, pada menit ke 68 Arema mendapatkan peluang emas, Ridhuan yang emndapatkan umpan teroboasan dari Roman Chmelo langsung melakukan shooting dari dalam area terlarang, tapi masih berhasil di blok oleh Galih kiper Persiba, bola rebound yang mengarah ke Noh Alam Shah masih belum bisa di meaksimalkan menjadi gol setelah tandukannya tepat jatuh di pelukan kiper Persiba.

Meski gagal mebuahkan gol, tetap tak menyurutkan semnagat anak didik Miroslav Janu untuk kembali menammbah keunggulan, kali ini giliran Roman Chmelo yang menambah keunggulan timnya menjadi 3-0. Bermula dari umpan matang Dendi, Roman langsung beradu kecepetan dengan Rusdiansyah, saat sudah ada dalam kotak pinalti dengan tenang melakuakn shooting kaki kiri yang tidak berhasil dijangkau kiper Persiba Galih Sudaryono.

Sementara tim tamu bukannya tanpa peluang, pada menit ke 57, Sultan Samma berpeluang memperkeccil kedudukan setelah melakukan shooting dari luar kotak pinalti, namun, tendangan stiker yang baru mengoleksi satu gol selam musim ini masih bisa diamankan Meiga, demikian pula shooting yang dilakukan Robertinho juga masih bisa diamankan adi kandung Akhmad Kurniawan tersebut.

Jelang berakhirnya pertandingan kedua tim masih tetap tak mengendorkan serangan, Arema tetap bernafsu menambah keunggulan, sementara Persiba berusaha memperkecil kedudukan. Namun hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan usai Arema tetap memimpin dengan keuggulan telak 3-0. (ard)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms